Siapakah gerangan dirimu kelak, pengantiku
Betapa ikhlasnya rupa cantikmu menyanjungku yang dirundung pilu
Terima kasih telah menggantikannya
Cinta lamaku yang terlukis buram
Aku tak perduli
Bagiku kau cantik di hatiku bukan di mataku
Malam pengantin itu
Kelak ingin aku ciptakan gubuk rumahku
Layaknya hamparan taman surga
Diantaranya burung2 berdendang
Kupu-kupu menari, dan dawai nan mendayu
Aku ciptakan
Dari tangan kotorku yang terus berdoa tanpa henti
Dari kain2 lusuh yang aku katakan bahwa itu adalah sutera
Kau tersenyum, lalu berbisik “bimbing aku menuju ridhamu dan ridhaNya”
Siapakah gerangan dirimu kelak, pengantinku?

Tinggalkan komentar