Ayat-Ayat Tokyo


angin memahatkan tiga panah kata
di kelopak sakura
ada yang diam-diam membacanya

ada kuntum melayang jatuh
air tergelincir dari payung itu;
“kita bergegas,” katanya

kita pandang daun bermunculan
kita pandang bunga berguguran
kita diam: berpandangan

kemarin tak berpangkal, besok tak berujung
tak tahu mesti ke mana
angin menyambut bunga gugur itu

lengking sakura
tapi angin tuli
dan langit buta

menjelma burung gereja
menghirup langit dalam-dalam
angin musim semi

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai