angin memahatkan tiga panah kata
di kelopak sakura
ada yang diam-diam membacanya
ada kuntum melayang jatuh
air tergelincir dari payung itu;
“kita bergegas,” katanya
kita pandang daun bermunculan
kita pandang bunga berguguran
kita diam: berpandangan
kemarin tak berpangkal, besok tak berujung
tak tahu mesti ke mana
angin menyambut bunga gugur itu
lengking sakura
tapi angin tuli
dan langit buta
menjelma burung gereja
menghirup langit dalam-dalam
angin musim semi

Tinggalkan komentar