Kamu adalah belahan jiwaku, kekasih hatiku.
Didalam senyummu ada bahagiaku.
Dalam tangismu ada air mataku.
Dalam jiwaku ada cintamu.
Dan, dalam ragaku ada namamu.
Sesungguhnya tak ada niat tuk akhiri kisah kita.
Akan tetapi sang waktulah yang menghapus jalinannya,
Meski rasa seolah nyata tepat di depan mata.
Mungkin cinta yang terbentang bukanlah jalan cerita yang ditakdirkan untuk kita lewati bersama.
Bila raga kita tak dapat bersama.
Biar cinta menjadi tautan jiwa yang nyata meski telah tiada.
Ijinkan aku menjadi bagian kenanganmu.
Sebagai bagian dari serpihan kecil masa lalu.
Sebagai pengingat bahwa kita pernah bersama.
Biarkan jalinan kasih yang pernah ada terhapus bila pada waktunya.

Tinggalkan komentar