Memory Asmara

Masih kuingat jelas
Awal pertama mengenal cinta, kenangan membekas
Indah dan membingkai bahagia
Berjanji sumpah setia

Belum lepas, terasa gres kemarin
Segalanya seketika menjadi dingin
Hilang semua bagai diterpa dingin
Redup segala ingin

Tak putus asa
Bersemi kembali asmara kedua
Sampai tidak bisa menghitung jumlahnya
Lewati rintangan sampai berakhir cerita

Susah senang hal yang biasa
Perjuangan demi mendapat masa indah bercinta
Halal dan hidup dalam keindahan
Hingga takdir Tuhan memisahkan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai