Pandangan Pertama

Wahai cinta lihatlah bawah umur berseragam putih abu
Berlarian diatas titian lorong senja
Aku merunduk menertawai kerinduan kita
Saat jatuhnya hatiku padamu

Pandangan pertama menterjemahkan rahasia
Keabadian masa depan cinta
Mata cinta menelantarkan bayangannya kian silau
Lalu saya mencarinya diantara buku-buku perpustakaan

Cinta mengapa merpati putih tak kunjung datang
Membawa lembaran-lembaran kertas suratmu untukku
Aku rindu cinta bersua dalam birama lembutmu
Memeluk rima syair menelusuri relung kalbuku

Senja berubah temaram celotehhan bawah umur sepi
Aku tetap melangkah diantara kidung agung kesunyian
Tak berujung impian kecil waktu kukejar makna cinta
Tapi saya tetap rindu kisah cinta masa remaja

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai