Dari Anakmu di Tanah Rantau

Salah besar,
Kalo yang dibahagiain mati-matian sosok pacar
Orang yang terbilang baru kita kenal ketimbang Ibu
Orang yang baru kita cintai ketimbang Ibu
Orang yang bisa  jadi esok, akan mengecewakan kita

Kekasihmu selalu kau bilang cinta dan sayang
Di rumah, Ibumu perlu cinta dan sayang pula
Ahh.. Untung beliau yang paling mengerti tidak pernah marah atau bahkan sampai cemburu menguras hati dengan dia sang kekasih

Kasihnya Ibu
Cintanya Ibu
Sayangnya Ibu
Engga ada ujung finishnya
Beliau takkan lelah sedikitpun mengurusimu
Beliau takkan jenuh mendengar celotehmu
Bahkan, Beliau akan lakukan sesuatu apapun untuk kebahagian kita

Meski senyumnya harus selalu mengumpat dari rasa letihnya
Gurat keriputnya menjadi saksi tulus kebaikannya tanpa kepura-puraan

Sungguh, aku malu
Saat diri ini lupa mengabarinya barang seminggu sekali
Sibuk mengurusi hal lain, kesibukan yang lain
Yang padahal ada sosok tangguh yang mengkhawatirkan keadaanku
Tetap sehat selalu yaa Ibu
Jaga Pola makanmu
Aku rindu, dengan senyum tanpa kepalsuan seperti yang kadang orang lain lakukan untukku
Aku rindu Ibu

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai