Gubung bambu istana baginya
Perut yang selalu bernyanyi dalam hidupnya
Walau pahit telan untuk manis
Bersyukur kunci agar tak menangis
Melangkah kaki ini hingga membentuk garis pecahan
Duri-duri selalu menghadang raga
Wajah menahan kesakitan
Menyebut namaNya dalam jiwa

Tinggalkan komentar