Sontak

Setiap hendak menulis sajak
sketsa wajahmu itu selalu saja merebak
udara menjadi sesak penaku henti mendadak
serangkaian kosakata di benakku pun luluh-lantak
setiap itu pula aku tak tahu harus apa selain menunda
menyaksikan tiap imaji yang tersisa
malihrupa jadi jelaga.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai