Belajar Sabar

Kubuka jendela rumah Pak becak pulang dari terminal
Seharian di sana membuatnya lelah
Tak ada yang menumpang barang seorang
Kubuka pintu rumah
Bu mlijo menawarkan sayur
Pasar sudah tutup selama tiga bulan
Dagangannya tak laku barang seikat

Kunyalakan lampu rumah
Tetangga sebelah meyapa Ia baru saja memperingati 100 hari kepergian anaknya
Seorang dokter muda kebanggaan kampung kami
Tetiba kantong-kantong bansos datang
Bersama senyum ramah
Bersama kamera Mereka meminta kami untuk sabar
Sambil diam-diam mencuri beras di lumbung kami yang kosong

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai