Bocah Nakal

Ku tatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam

Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak

Tangan mu yang kuat
Kian lemah seiring usia

Langkah mu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk

Maafkan aku Ayah
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa

Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka

Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai