Masaku

Bila yang telah kau tentukan
Waktu yang tak bias aku hindari
Berlari kesana-kemari
Bersembunyi di lubang semutpun

Itu tak ada gunanya
Masa hidupku tlah habis
Ketika rokh ku di ujung ubun-ubun
Malaikat menjemput

Hanya satu pintaku
Untuk tempat yang pernah tersinggahi dengan hati tercabik
Ia datang lagi, memungut dan lemparkan aku ke tempat asing
Sampai dengan denyutan nadi yang kian melemah

Udara tarik keluar semakin cepat
Kala pertama ku patahan lenganku sebagai pereda lapar yang tak tertahankan.
Masih Ada Perjuangan
Hari ini belum usai

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai