Pangeran Terlupa

Tak berkuda putih
Tak memaki mahkota
Berpeluh keringat

Diseka oleh tangan lusuh
Berhari tak kenal waktu
Menutup kalut yang berlabuh

Walau terus menusuk kalbu
Menangis aku dibuatnya
Membanting tulang
demi kekokohan

Melupa akan teriknya surya
Berjuang tak pantang lelah
Dia itu pangeran

Pangeran terlupa
Tak disadari tempatnya
Dia memang tak berkuda
Tapi jiwanya sungguh perkasa

Beribu Cinta untukmu ayah
Yang tegak walau berbadai
Menoreh senyum walau terluka

Jangan menyela pangeran terlupa
Jika tak ingin jadi durhaka

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai