Raga bersorak gempita melambai-lambai bagaskara
Sabastala bermega hitaman seolah tak kan rintiknya
Namun dalamnya, akara merunduk pilu bagai bunga nan layu
Gelisah pilu bagai badai membadai di taman kalbu
Di saat matahari sangat lelah hingga tak menemani kami untuk duduk dana berbincang
Kelebatan malam tidak lagi memberikan ultimatum ketakutan untuk surut ke belakang
Orang yang tepat. Hingga jendela tertutup tidak membuat aku turut masuk
Kursi di luar teramat nyaman dengan kamu di sampingnya
Pernah
Rasa sakit teramat berat hingga saat matahari masih ingin terduduk aku telah beranjak
Mencoba menyembuhkan luka, memercikkan kata mengerti untuk merajut
Tidak ada kau dan matahari, aku masih berlama di sana

Tinggalkan komentar