Dibingkai Lukisan Sore

Nada kukila tertata jiwa,
mengalun perlahan renjana.
Lembut namamu kusebut.
Diam-diam lalu beringsut.

Jalanan yang telah kusimpan dalam musim.
Ialah jalanan yang telah lama kukenal.
Namun melintasi jalan yang asing

Mata ini sulit untuk kembali terpejam
Aku merasakan sesuatu
Membuatku terdiam di heningnya malam
Sungguh mengganggu pikiranku
Akal sehatku berusaha untuk meredam
Ternyata rindu sedang merayuku
Membisikkan namamu, menggugah hatiku yang terdalam

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai