Di peluk Nestapa

Hidup bagaikan opera
Yang terus berulang-ulang
Kadang seindah senja di sore hari
Lalu usai di telan Nestapa

Bisakah ku rangkai sepucuk surat
Mendatangkan Harsa di balik Nestapa
Namun sang ombak terus
Meratapi nasib yang demikian menggiring

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai