Aku tak tahu bagaimana menamai diri
Bagaimana membuka bilik memori
Tak kutemui adanya pintu
Tak kutahu jendelaku di mana
Di mejaku hanya berhiaskan mawar menghitam
Mungkin sarinya t’lah di tenggak perlahan
Saat kehidupan menceraikannya
Masa kesedihan akan terasa
Terasa bagi orang lain yang mengenalnya
Dan juga bagi orang yang mencintainya
Kehidupan itu telah melamar kita
Melamar kita saat kita masih di surge
Kehidupan pun menikahi kita
Menikahi kita dengan mahar nyawa

Tinggalkan komentar