Hujan Menuju Esok

Rebah sejenak
Kau bilang tidak kuat berjalan
Tenang, aku duduk merangkulmu
Malah petang yang kau cari

Bukankah dia sudah pergi
Masih seperti kemaren
hanya hujan tak seramai pasar malam
Buatku nyaman dalam pembaringan

Menatap lampu kamarku
Melihat sekelilingku, aku sendiri
Udara semakin dingin kurasa
Kutarik selimut

Kuambil bantal
Setia temani tidurku
Dingin, semakin dingin
Lelapkanlah aku dalam tidurku

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai