Jarak

Jauh dan tak bisa ku pandang
Akal pun berkata jangan
Riuh gemuruh rindu menggebu
Akan kah kita bertemu?
Ku nantikan dirimu hadir disisiku

Melangkah di bebatuan
Tergores kerikil tajam tak bertuan
Membekas luka di kaki  tak terobati
Tak ada pilihan selain terus melangkah
Walau Sungguh sulit tuk dimengerti

Mendaki bukit terjal
Dengan tepian bergerigi kasar
Tergelincir karena emosi
Hadirkan kekosongan didalam hati

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai