Siapa yang mengelus wajahmu yang berlumuran darah
Penuh keputusasaan dengan aliran yang mengalir kecil
Dengan batu besar yang berdiri Kokoh
Siapakah yang merangkul jiwamu yang lelah namun mulia
Memberikan pengharapan hidup pada gersang
Sebuah benih berakar pada mulanya
Topan kencang tidak akan lagi menggoyangkan
Kini kuat laksana gunung menjulang
Tidak ada doa yang terbengkalai dalam daftar terkabulnya
Untuk yang terbaik semua akan menjadi baik.

Tinggalkan komentar