Lautan dan angin

Wahai lautan dan angin
Janganlah kalian mengamuk di pagi buta.
Wajah kalian muram dan masam.

Apa gerangan?

Aku tiada paham, apa kalian marah dengan tingkah para nelayan.
Wahai lautan dan angin.
Janganlah engkau

Aku selalu didudukkan oleh bayangan dunia kegelapan
Bayangan itu selalu melayang-layang di benak ini
Mengiringi setiap pijakan langkah kaki dan detak jantung
Aku lemah, tanganku gontai

Merasakan tabir kehidupan ini
Alunan nada sendu selalu berdengung-dengan di pendengaranku
Tatapan kebencian selalu membayangiku dalam tangis
Kesunyian, kesendirian dan kesedihan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai