Pengembara Nafkah

Ada beribu tutur nasehat
Dari setiap celotehan singkat
Ada berjuta untaian cerita
Dalam suatu keikhlasan cinta

Tepat di wajahmu yang kian menuju senja
Kutemukan kedamaian yang terpatri di sana
Tentang seribu jalan ku lewati dulu

Menapak hari tak ingat letih
Dalam haru biru kota Arema
Roda tungganganku tak jua henti
Akulah pejuang nafkah

Demi hidupi anak dan istri
Dalam teriknya surya yang membakar
Pula derasnya hujan yang menerpa
Lelah raga telah ku pikul

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai