Sebelas-Sebelas

Kala itu simfoni qolbuku tak menentu
Antara bahagia dan kecewa
Cerita dan nyata
Ternyata tak menyatu
Tak mampu kudiamkan semua ini
Ku terus mencari
Kemana jalan yang harus kutapaki

Hati ingin menampik kesalahan
Namun kebenaran hanya milik pembelaan
Sedang resah telah mengalungi beku
Sudah mengendap luapan tangis
Menuangkan kepedihan yang selalu mendawai
Meronce hari berganti dengan kehampaan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai