Selamat Bermimpi Kawan

Masih ingatkah kau pada meja yang kerap kita hadapi itu?
Permukaanya sebiru lagu.
kaki-kakinya sekukuh kesepakatan tanpa ucap dan ragu.
Sementara pada kolongnya, ransel-ransel kita berjejalan menunggu.

Tuhan telah mengaturnya
Anggap saja mereka ornament suci buatan-Nya
Sampai pada akhirnya
Tidak ada tangan yang ingin mencabut hidupnya mendahului penciptanya

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai