Tak perlu terburu

Ketika terjatuh saat berlari
Luka hinggap di kelopak mata yang sendu
hingga tetesan keruh cumbui hati
Siapa yg akan membasuh peluh??

Saat lelah melumuri jiwa
Dalam lintas waktu dan sepenggal kisah

Merona matamu licik memandang
Menjinjing garis alismu berlenting
Menjulurkan lidah isyarat terselubung
Bibir merah menggoda, dada membusung
Muntahkan hasratmu dalam erangan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai