Sinar matamu menghidupkan mayat berpembuluh
Di parasmu tampak ukiran-ukiran bibit lelaki ke sepuluh
Yang membuatku kembali merasakan guguran peluh
Hingga aku tak sanggup berdiri dan hanya bersimpuh
Tak kuasa menolak dan berbuat banyak, aku lumpuh!
Sementara saat membedaki lehermu sore ini
Seolah tanganku bergerak mencekik sendiri
Saat menyisiri rambutmu yang wangi
Serasa ingin kujambak dan segera kupangkasi…

Tinggalkan komentar