Tak ada kata pertama
Dalam puisi. Kita hanya ombak sepercik
Tercemplung dalam buas
Samudra. Mungkin ada yang masih
Bermimpi menemu pantai –
Serupa garis semu
Antara tuju dan asal. Lupakan
Tiada yang kita pahami
Di luas tak berbelas ini.
Bahkan riwayat kita larut
Dalam kalut gelombang. Jarak
Telah memisah kita –
Memecahnya jadi ribuan alamat
Kabur. Ke utara, ke selatan
Membentur rawan karang
Waktu, menjemput hilang.
Buat sesaat yang purba
Kekal dalam ini debur

Tinggalkan komentar