Tetesan

Tetesan hujan lebat itu menjadi tali
(ni memang bukan sajak imajis)
dengan dingin dan runcing duri
terjeratlah musim-musim yang mati
tak sempat datang ke undangan pernikahan
sepasang anak muda dari bonus demografi

Malaikat-malaikat membisu
lupa semua lagu yang hendak mereka nyanyikan

Dan kabut lepas, dan tertutuplah permukaan tanah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai