Di Rumah Duka

Si mati ini menatap kita
Ia mungkin mau bicara
Sekali lagi, sudah itu baring rata
Mandang pucat lelangit

Kita mungkin melihatnya iba
Menyapa tapi lambai tak sampai
Kosong ruang mewarta tiada lagi
‘Antara kita jurang tinggal’

Si mati ini menyapa kita
Ia mungkin mau bicara
Lagi sekali, sudah itu pejam
Simpan inti kisah jauh di dalam

Mari beri ia tabik mesra
Duka yang tak punya lidah
Satukan dalam kumandang
Madah malam yang sumarah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai