Ruang

Di dalam sajak pendek ini
Telah kusiapkan ruang untukmu
Aku tahu jauh dari nyaman
Kuharap tapi kau jadi terbiasa

Jendelanya sempit menyapa langit
Sejumlah nama dan kenangan usang
Teronggak begitu saja di sudut
Yang sudah jarang didatangi

Pintunya tak terkunci sejak mula
Sesiapa pun jadi leluasa keluar dan masuk
Merdeka menaruh atau mencuri entah apa
Barangkali sepasang kasut, dan kisah butut

Aku mohon maaf, sebab abai merancang hiasan
Padahal kau teramat suka gambar dan berbunga
Tentulah enam dindingnya jadi lengang terasa
Sebab bayang waktu diam tak berpangkal

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai