Ada seorang yang sedang menua
digiring ke penjara. “Namaku kearifan,”
katanya.
Dia, seperti orang pergerakan,
membusuk dengan luka, di Glodok, di sel-sel penjara,
di rumah tahanan Bukit Duri,
di kam interniran Garut dan Sukabumi
tapi jejak-jejak itu pun tak berjejak lagi
tertimpa cahaya pusat perbelanjaan,
kafe, gerai La Sensa, gerai jam,
dan toko pengulak Apple.

Tinggalkan komentar