Telah aku kupas kulit tanah
Selimut dara di sekujur mata tunasmu.
Telah aku belah batu keras
Tunggul beku yang menutupi jalan akarmu.
Tapi kenapa tak berbuah juga
Emas itu pada lempungmu.
Telah aku rebahkan
Seluruh gelora
Cacing gila
Hasratku padamu.
Tapi tak kudapatkan juga air basah
Dari rahimmu yang menyuburkan aku.
Kini aku terbangun
Untuk kesekian kali
Dari matisuri.
Maka ketikan aku
Tak juga menemukanmu
Berada di sampingku
Bagai sapi gila
Aku mengamuk
Dan menghancurkan
Bayang-bayang matahari
Di permukaan sungai ini.

Tinggalkan komentar