Aku mencintai yang tak terjangkau. Mencintai
dengan kerahasiaan yang begitu membara dan
tak lazim. Dan itu membuatku terbakar. Terbakar
dalam api. Siapa yang mampu menduga. Apa dan
bagaimana kira-kira diriku ini. Makhluk api yang
gentayangan tanpa batas. Tanpa sapa. Dan tanpa
Siapa pun yang bisa diajak berbiak dan membelah.
Lihat, lihat, aku makhluk api pun masuk ke gedung.
Naik ke lantai tiga. Turun ke lantai dua. Kembali
melesat ke lantai sepuluh. Seperti si phoenix galau
purba yang hilang arah. Si phoenix galau purba yang
punah saat para pemburu menemukan tajam tombak.
Dan para guru mengajarkan teori pengawasan. Teori
yang kini melata di sekujur bumi. Seperti melatanya
si pembisik di kegelapan akar pohon larangan. Sambil
menunggu saat yang tepat untuk berbisik-bisik. Agar
si wanita pertama itu merajuk. Terus menukas tegas:
“Semakin dilihat, semakin membuat hasrat terbakar.”

Tinggalkan komentar