Cipatujah

Aku mengumpulkan lembar demi lembar daun angsana
Sepanjang lengkung pantai. Di antara gerumbul ilalang
Perjalanan tanpa ujung kuendapkan pada sebuah kidung
Irama terbentuk dari pertautan ombak dengan batu karang

Aku menyenandungkan tembang demi tembang kerinduan
Seperti merapal senarai alamat. Sepanjang maskumambang
Pengembaraan dan keterluntaan kumaknai sebagai isyarat
Jarak ruang dan waktu kupahami sebagai hutan lambang

Di atas jembatan kelahiran dan kematian aku menyeberang
Tertatih-tatih menyusuri silsilah gelap para peziarah cinta
Dari Ciheras ke Sindangkerta semakin lebar dataran luka

Kadang langkahku limbung dihempas angin yang datang
Tanpa berita. Namun penempuhan telah digariskan semesta
Antara Cikawungading dan Cilangla tinggal genangan airmata

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai