Cirengganis

Di antara gua dan makam keramat aku mengurapi
Lembar-lembar selawat. Di dalam kepungan asap dupa
Kugumamkan semua kerinduan menjadi rajah pembuka
Lalu kurapal nama-nama leluhur hingga lenyap suara

Jampi-jampi kutanam pada retakan tanah dan celah batu
Untuk melipat jarak waktu. Lalu dari puncak kekhusyukan

Ziarahku yang bertahun-tahun tumbuh menjadi gunungSendang terbentuk dari endapan kidung dan cerita pantun

Sepanjang penempuhan telah kucatat isyarat demi isyarat
Lalu pada tebing padas kupahat nubuat. Dunia bakal tamat
Apabila seluruh lautan dan belantara kehilangan kata-kata

Pelan-pelan langkahku memasuki ruang yang mengubur
Setiap kehendak. Tanjung masih lelap dalam selimut kabut
Dan teluk menyisakan sayup-sayup ombaknya dalam benak

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai