Di antara gua dan makam keramat aku mengurapi
Lembar-lembar selawat. Di dalam kepungan asap dupa
Kugumamkan semua kerinduan menjadi rajah pembuka
Lalu kurapal nama-nama leluhur hingga lenyap suara
Jampi-jampi kutanam pada retakan tanah dan celah batu
Untuk melipat jarak waktu. Lalu dari puncak kekhusyukan
Ziarahku yang bertahun-tahun tumbuh menjadi gunungSendang terbentuk dari endapan kidung dan cerita pantun
Sepanjang penempuhan telah kucatat isyarat demi isyarat
Lalu pada tebing padas kupahat nubuat. Dunia bakal tamat
Apabila seluruh lautan dan belantara kehilangan kata-kata
Pelan-pelan langkahku memasuki ruang yang mengubur
Setiap kehendak. Tanjung masih lelap dalam selimut kabut
Dan teluk menyisakan sayup-sayup ombaknya dalam benak

Tinggalkan komentar