Citumang

Sebelum petang aku mengumpulkan kata-kata
Dari gundukan pasir. Di bawah sulur-sulur beringin
Segala kesedihan manusia kuendapkan menjadi syair
Tembang tercipta dari kecipak air dan kesiur angin

Aku menyusun kalimat demi kalimat persembahan
Bagaikan merangkai talkin. Menjelang malam datang
Semua kesepian dan keterasingan kulebur dalam amin
Lalu kesabaran dan kepasrahan kujadikan sesaji lain

Aku beranjak melewati sungai, bukit kapur dan goa
Tersaruk-saruk menyusuri jejak panjang para leluhur
Dari kelahiran ke kematian terbentang belantara rindu

Kini aku terapung bersama gelembung udara yang naik
Menggapai keheningan. Sebuah perjalanan tanpa raga
Antara keberadaan dan ketiadaan hanya pantulan gema

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai