Menuju pulau rindu
Saya berharap alunan cahaya
Sebab seperti biasa
Dia menunggu saya
Dengan kisah pantai ketika benderang
Memaknainya sebagai cerita pendek
Yang tak tersambar angin
Kemudian berkata:
“sekarang musim angin
Puting beliung acap kali datang
Dan pantai kita terus tergerus
Tapi waktu menolaknya untuk terkikis
Sebab pelaut pun sadar
Tak ada kepergian selain pulang.”
Menuju pulau rindu
Tak saya tentang sebarang cendera hati
Pun oleh-oleh sekedar pelipur lara
Sebab seperti pantai kepada ombak
Saya dengannya tak terpisah tanda
Membawa dan menerima tiada makna
Seperti dia pernah berujar
“jangan merasa kembali
karena kau tak akan pernah pergi.”
Menuju pulau rindu
Saya pun sekaligus sampai kepadanya

Tinggalkan komentar