Jadi bagaimana, nasi telah beku di atas bejana
kata-kata telah terkebat bagai buhul di ujung kain
kita masih akan bersiasat dengan lidah yang makin lama
makin terasa majal, dan lutut yang ngilu lagi padat-pedar?
Jadi bagaimana, sendok-sendok telah jadi dingin
dan tikar telah kusut, gorden direnggut-renggut
kita masih akan bersitatap dengan mata yang makin lama
makin penuh pasir, dan kepala yang makin berat lagi pengap?

Tinggalkan komentar