Syarat yang tuanku tetapkan
akhirnya memang tidak tertunaikan
cuma bukan hamba yang menangis
tapi airmatalah yang mengucurkan hamba
menguyupi kisah tak sudah-sudah
dari johor dan bintan berpayah-payah
di siak pula tak boleh lengah
meski permaisuri jabatan dipapah
pengorak langkah ke sekolah wilayah
Maafkan hamba jika bertanya
adakah yang lebih sakit
jika ayah sendiri tewas di tangan pasukan suami
lalu dimusuhi kakak abang karena takhta
juga terusir dari istana ke rimba sumatera
melahirkan putera mahkota tanpa kuasa
sedih tersisih karena kasih
tunduk kepada suami adalah ibadah
dengan akal budi datang berbakti
Lalu bagaimana mungkin
hamba menguburkan semua kisah itu
sebagai syarat menziarahi tuanku

Tinggalkan komentar