Cahaya bintang bertetesan menerangi setiap langkahku
Dari pantai aku berjalan menapaki lahan-lahan perkebunan
Masih terdengar ombak yang menghempas dinding padas
Dan selawat terus kugumamkan hingga sepertiga malam
Penempuhan adalah meleburnya setiap gerak dengan diam
Kebisingan dengan keheningan. Dari ujung selatan ke utara
Sekian makam kudatangi sepanjang ziarahku ke dalam diri
Dari timur ke ujung barat sekian petilasan kutaburi bunga
Aku membaca luka yang melingkar di pohon-pohon karet
Betapa indah rasa sakit yang dihayati sebagai persembahan
Seakan kerinduan yang dibiarkan memanjang entah ke mana
Kekasihku, jika sekali waktu bintang turun menemui bumi
Itulah ziarahku terakhir kali. Di antara makam dan petilasan
Munajat demi munajat kutembangkan hingga subuh datang

Tinggalkan komentar