Permisan

Ketika cakrawala mulai mengaburkan garis batasnya
Aku tak kunjung bisa menyerap warna yang berkelebat
Menjadi sajak. Ketika mega menggeraikan rambut ikalnya
Seperti ada tangan yang menuntunku menjengkal jarak

Ketika biru dan kuning melebur dalam gradasi cahaya
Aku masih belum dapat mengendapkan rembang petang
Menjadi tembang. Sayup-sayup azan menerobos jubah senja
Lalu magrib menggelar sajadah di atas permukaan ombak

Mungkin masih ada yang melintas di balik kelopak mata
Kata-kata yang tidak tertulis pada halaman-halaman buku
Juga tidak tergambar dalam lembaran-lembaran masa lalu

Mungkin masih banyak yang tersimpan di belakang tanda
Sebagaimana nama-nama yang pudar di dinding penjara
Atau alamat-alamat yang terkubur jauh di dasar segara

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai