Mumet

Aku berlari
Namun semuanya tak kunjung henti
Aku terdiam
Beban ini semakin meruam

Duduk termenung menatap rembulanRembulan yang memandangku di antara bintang-bintangAngin merangkul tubuhku hingga kakuPilu dan sendu menggerogoti tubuh ini

Kursi kayu yang menjadi saksiBahwa nestapa telah membawa hati iniMenjadikanya redup seketikaDi bawah naungan atap jerami yang basah
Malam dan siang menjadi sutradaraSebagai alur cerita memejamnya hati iniPohon yang rindang seolah menariSeketika jiwa dan hati ini lenyap terbawa derasnya hujan

Mumet ini membuatku tak berdayaAngan-angan yang bertamasyaMemanggul perasaan ini Tinggal landas ke awang-awang

Sayap yang patah membuatku lumpuhMembuatku tak tahu arahKemana ku harus mengarungi lautan pilu iniApakah ada yang tau?Sebelum hati ini lenyap dan tak tersisa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai