Aku butuh lima lembar langit, katamu
Aku menyodorkan sebagai bekal
Terakhir kita ,setelah sebuah siang
Matahari kian meninggi dengan kita
Sebenarnya sama-sama ragu, dimana
lelaki sandarkan punggungnya
Yang ada disekelilingnya hanya sis sia
Dongeng yang memeng using
Kita susuri tanjakan, menebas dahaga
Yang tiba-tiba menghadang setelah keluar
Dari dalam lubang hitam yang tidak kita tahu
Kataku, kita tidak sedang mencari kemuliaan
Dengan berlagak menjadi nabi yang mengalami
Transfigurasi serta menjadi gembala yang
mencintai domba-dombanya dengan segenap
Tubuh dan jiwa sambil merelakan maut
Menertawakan dirinya

Tinggalkan komentar