Dingin membelai tubuh ini
Langkah sebutir nasi semakin jauh
Gemetar tangan dan kaki gemetar
Perih aku menahan lapar
Disini ada jiwa yang merintih
Disini ada air mata yang mengalir
Berjalan tetatih, memandang jauh kedepan
Berharap masih adakah kehidupan
Kau melihat seakan tak peduli
Mata terbuka namun buta
Mendengar telinga dipasung tuli
Sombong beradu dalam uang yang kau curi
Tidakkah kau malu hai para penguasa
Menjual nama kami demi setumpuk harta
Kau memakan nafas kami
Kau bermewah-mewah dalam hak kami
Kami merindukan pemimpin yang suci
Kami merindukan khalifah negeri ini

Tinggalkan komentar