Mengabaikan Sungai Dari Puncak Bukit

Jadi begini , Nona, aku sudah katakan padamu
Bahwa berlama lama ditempat ini adalah sesuatu
Yang tidak lagi masuk akal setelah kau tahu bahwa
Aku memeng benar benar mencintaimu

Tak ada lagi yang perlu dikenang dengan penuh
Haru biru sebab bahkan langit pun bossan menerima
Cahaya yang sama Berulang kali dengan tubuh mudanya

Tapi karena tidak percaya, hari ini kita
Kembali ada ditempat ini berbicara tentang
Segala hal yang sudah kita bicarakan sejenak
Hari pertama tanpa pernah pada apa yang
Ditemukan dua pasang mata kita yang terarah pada
Gerak sungai Di arah timur tanpa pernah peduli

Dengan sorot yang mulai redup tanpa pernah
Peduli pada lambai tangan sungai yang kian
Melambat tanpa pernah peduli padas uasana
Hati sungai yang mengubah mimic wajahnya

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai