Menunggu Keajaiban

Mentari sudah hilang
Gelap sudah menjelang
Akankah keajaiban itu datang
Ataukah hanya khayalan yang terbuang


Sayap malam menutup perlahan
Panas siang sudah terlupakan
Percikan air adalah terpaan
Langkah kaki ini adalah harapan

Kini ku sudah lelah berjalan
Berjalan menelusuri liku-liku kehidupan
Apakah ku masih bisa bertahan
Aku hanya bisa terbujur dinegeri khayalan
Berharap akan datangnya keajaiban

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai