Memanen Bahagia

Dulu aku begitu nestapa
Terbelenggu sendu dan terluka
Tapi hadirmu bagai pelita
Menerangi kelamku yang sempat gulita


Kharismamu buatku takluk
Pasrah dalam rengkuh peluk
Dari hikmah sebuah anugerah
Saat langkahku terjeda goyah

Pada syukur yang paling purna
Kusemat juga doa bahagia
Untuk kelak kita selalu bersama
Memanen bahagia di penghujung senja
Menghitung uban diubun-ubun kita

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai