Satu tubuh dua kepala dua hati, aneh memang?
apakah itu kita?
Satu tubuh dua kepala dua hati,
benarkah itu kita?
Tuhan, Tuhan….
siapa penebar angin guncang mimpi malam ku?
semua itu sangat menyeramkan
bagai titah-titah pandita Raja yang memekakkan telinga
sehingga menerobos ke lorong hati
Satu tubuh dua kepala dua hati, benarkah ini diriku?
Lalu… kutatap cermin di hati, tapi diriku masih heran dibuatnya
Satu tubuh dua kepala dua hati, (Ssstt…ssst)
tak boleh ada yang tahu keadaan ku
kecuali Tuhan…Karena ini adalah percakapan rahasiaku
Maaf , jika hidupku adalah keraguan dan kebimbangan
nampaknya ia tak punya judul lagi
layaknya aliran sari-sari makanan yang mengharap kebebasan
namun tak sampai kesekujur tubuh

Tinggalkan komentar