Dan dalam keputusasaan aku menundukkan kepalaku;
“Tidak ada kedamaian di bumi,” kataku;
“Karena kebencian itu kuat,
Dan mengolok-olok nyanyian
Damai di bumi, niat baik untuk manusia!”
Kemudian membunyikan lonceng lebih keras dan dalam:
“Tuhan tidak mati, tidak juga Dia tidur;
Yang salah akan gagal,
Yang Benar menang,
Dengan damai di bumi, niat baik untuk manusia.”
Kemudian dari setiap hitam, mulut terkutuk
Meriam bergemuruh di Selatan,
Dan dengan suara
Lagu-lagu Natal tenggelam
Damai di bumi, niat baik untuk manusia!
Seolah-olah gempa bumi
mengoyak Batu perapian sebuah benua,
Dan membuat sedih
Rumah tangga yang lahir
Dari kedamaian di bumi, niat baik untuk manusia!

Tinggalkan komentar