Tiada Arah

Angin menghela nafasnya,
Seolah beban membawa cuaca,
Pucuk pepohonan menari tarian gila,

Mabuk oleh air haram manusia.
Bumi malas menjaga anak-anak,
Lempeng-lempeng kerak yang selalu berjingkrak,

Manusia kian lihai berdusta,
Lengkap dengan topeng-topeng baja,
Hati bersembunyi entah dimana,
Haha… mungkin takut pada tuannya.

Tiada arah jalan untuk perbaikan,
Segalanya berubah liar dan berantakan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai