Aku mulai lelah dengan alunan memilu
Yang kau suguhkan berbalut derai sendu
Nada luka terlantunkan bersama bias bias lara
Dan, aku jengah dengan rintihan tak pun reda
Lihat aku !!
Benteng berlapis baja berlinangan nanah menatapku
Apalagi hujan mengerang kesakitan tertikam petir yang tak henti menampar
Tubuh penuh luka ini tak mau dibelas kasih
Jadi, bungkam saja keluh kesah pecundangmu
Kau jantan bernyali kekar
Jangan patah arang hanya karena tersengat setitik bara kehidupan
Bangun dari khayalan !!
Yang melelapkankanmu dalam angan menghanyutkan
Sekali lagi lihat wajahku !!
Basah darah ini mengguyur persendian jalanku
Sayatan tapak menerjal berliku
Tapi, apa kau lihat aku berteriak pada langit
Dan bertanya kenapa harus aku ??
Dewi nestapa ini adalah senyum gairahmu
Memapahmu tanpa ragu, tak henti menopang rapuhmu
Jalan jalan ini masih rindu pada langkah tegapmu
Lalu, tunggu apa lagi sayang ??
Kau, pemuda juang tak pantang terkalahkan
Jadi bangkit !!
Bangkit dan tunjukkan
Kau mampu genggam dan memahat mimpi mimpimu
Meski tanganmu penuh kerak luka
Rajut dan rangkaikan menjadi tekat bulat menyongsong mentari masa depan
Karena kau, batu karang yang pantang tumbang

Tinggalkan komentar